Laman


Selamat Datang di rumah PrabuMatram.blogspot.com

Live Economic Calendar Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal

Rabu, 23 November 2011

ROR ( Rate of Retrun)



ROI (singkatan bahasa Inggris: return on investment) atau ROR (singkatan bahasa Inggris: rate of return) – dalam bahasa Indonesia disebutlaba atas investasi – adalah rasio uang yang diperoleh atau hilang pada suatu investasi, relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan. Jumlah uang yang diperoleh atau hilang tersebut dapat disebut bunga atau laba/rugi. Investasi uang dapat dirujuk sebagai aset, modal, pokok, basis biaya investasi. ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan bukan dalam nilai desimal.

ROI tidak memberikan indikasi berapa lamanya suatu investasi. Namun demikian, ROI sering dinyatakan dalam satuan tahunan atau disetahunkan dan sering juga dinyatakan untuk suatu tahun kalendar atau fiskal.

ROI digunakan untuk membandingkan laba atas investasi antara investasi-investasi yang sulit dibandingkan dengan menggunakan nilaimoneter. Sebagai contoh, suatu investasi senilai 1000 rupiah yang menghasilkan bunga 50 rupiah jelas memberikan lebih banyak uang daripada investasi senilai 100 rupiah yang memberikan bunga 20 rupiah. Tapi investasi 100 rupiah memberikan ROI yang lebih besar.
ROR digunakan aleh banyak investor untuk mencari berapa persenkah modal kita dapat kembali ketangan kita. Nah tentunya kita sebagai praktisi ekonomi pasti tidak akan melewatkan hal tersersebut karena tujuan kita dalm kegiatan ekonomi adalah mengabil untung atau laba setinggi-tingginya dengan biaya atau cost yang rendah. Dalam sebuah analisa ekonomi atau analisa kelayakan sebuah alternative pilihan kita seing menggunakan banyak cara misalnya seperti kemrin kita menggunakan BEP atau kita mengunakan Pay Back Peroid atau dengan cara yang lain.

Disini penulis inggin memberikan pengetahuan satu lagi mengenai teknik analisa kelayakan dengan menggunakan ROR atau ROI sebenarnya dasar dari teknik ini yaitu bahwa perbandingan atara apa yang didapat oleh perusahaan dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dan kikalikan dengan 100% nanti hasilnya akan berbentuk persentase. Tapi kelemahan dari ROR atau ROI adalah untuk berpa periode nilai tersebut bertahan dan dikelola karena setiap waktu nilai ini akan berubah. Sehingga fungsinya dalam sebuah perusahaan adalah sebagai pembanding berapa yang diterima dan berapa yang hilang ( modalnya)
Penulis mendapatkan sebuah referensi yang diambil dari blog seseorang yaitu contoh dari penggunaan ROR atau ROI ini
Dimisalkan perusahaan ABC menginvestasikan Rp1 juta untuk mengkampayekan atau mempromosikan produknya melalui iklan. Dari kampanye iklan itu, perusahaan ABC memeroleh feedback berupa 150 telepon dimana 50 diantaranya tertarik untuk membeli produk yang dipromosikan. Total penjualan yang diperoleh sebesar Rp5 juta. Nah, persamaan matematika untuk mengalkulasi ROI adalah sebagai berikut:
ROI = (return on investment – initial investment)/invesment x (100)

Petunjuk
Langkah pertama untuk mengalkulasi ROI adalah dengan menjabarkan return on invesment, dalam studi kasus di atas adalah total penjualan sebesar Rp5 juta.
Setelah itu, cari tahu berapa besar initial investment. Dalam kasus perusahaan ABC, initial investment itu berupa investasi yang dipakai untuk kampanye iklan yaitu Rp1 juta.
Sekarang lakukan penghitungan dengan menggunakan rumus yang telah disebutkan di atas. ROI = [(5.000.000 – 1.000.000) : 1.000.000] x 100
Hasil yang diperoleh adalah 400 dan bila dinyatakan dalam prosentase menjadi 400%. Angka itu memili arti bahwa perusahaan ABC memiliki return on investment sebesar 400 persen. (*/ely) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

gunakan bahasa yang baik dan sopan